USULAN PERBAIKAN PADA MESIN BAGGING PELLETIZING 2 DENGAN MENGGUNAKAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS DAN FAULT TREE ANALYSIS DI PT POLYTAMA PROPINDO

Authors

  • Witoyo Program Studi Teknik Industri, Universitas Muhammadiyah Cirebon Author
  • Hisyam Hermawan Program Studi Teknik Industri, Universitas Muhammadiyah Cirebon Author
  • Tri Budi Prasetyo Program Studi Teknik Industri, Universitas Muhammadiyah Cirebon Author

DOI:

https://doi.org/10.60145/jdss.v3i3.221

Keywords:

Mesin Bagging, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Fault Tree Analysis (FTA), Breakdown, Risiko Kegagalan

Abstract

Proses bagging pellet merupakan tahap penting pada pengemasan yang bertujuan memindahkan produk dari silo ke mesin bagging untuk dimasukkan ke dalam karung 25 kg secara otomatis dan manual. Pada periode Januari–Desember 2024, mesin bagging Pelletizing 2 di PT Polytama Propindo mengalami 143 kali breakdown yang menyebabkan terhentinya proses pengemasan dan kerugian perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kegagalan pada mesin bagging pelletizing 2 dengan menggunakan metode failure mode and effect analysis dan fault tree analysis di PT Polytama Propindo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA) untuk mengidentifikasi mode kegagalan serta faktor penyebabnya. Hasil FMEA menunjukkan nilai RPN tertinggi terdapat pada mesin sealing akibat kawat heater putus (RPN 189) yang disebabkan setingan temperatur tidak standar, overheating, kontaminasi pellet, dan kurangnya perawatan. Mode kegagalan berikutnya adalah bag placer error (RPN 126) akibat gangguan sensor, PLC, hose pecah, dan posisi bag tidak sesuai. Vacuum bag error memiliki RPN 72 akibat sumbatan pellet dan komponen kotor. Conveyor balok macet (RPN 54) disebabkan gearbox dan rantai kotor, sedangkan nozzle 1 dan weigher filling memiliki RPN terendah (36) terkait usia pakai dan kerusakan load cell. Analisis FTA dengan metode MOCUS mengidentifikasi faktor dominan berupa tidak adanya SOP, kurangnya preventive maintenance, setingan mesin tidak standar, kondisi sensor dan komponen yang aus, serta kesalahan operator. Usulan perbaikan difokuskan pada mesin sealing dan bag placer melalui penyusunan SOP, penetapan standar parameter, peningkatan kompetensi operator, monitoring kinerja, preventive maintenance terjadwal, inspeksi material, serta penerapan checklist dan audit 5R. Implementasi perbaikan diharapkan mampu menurunkan risiko kegagalan, meningkatkan keandalan mesin, dan menjaga kontinuitas proses pengemasan.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-03-02

How to Cite

USULAN PERBAIKAN PADA MESIN BAGGING PELLETIZING 2 DENGAN MENGGUNAKAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS DAN FAULT TREE ANALYSIS DI PT POLYTAMA PROPINDO. (2026). Jurnal Dinamika Sosial Dan Sains, 3(3), 2094-2106. https://doi.org/10.60145/jdss.v3i3.221

Similar Articles

11-19 of 19

You may also start an advanced similarity search for this article.