HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG SWAMEDIKASI OBAT ANTIHISTAMIN DENGAN PERILAKU PENGGUNAANNYA PADA PASIEN YANG MEMBELI OBAT TANPA RESEP DI APOTEK JAYAMAHE
DOI:
https://doi.org/10.60145/jdss.v2i8.219Keywords:
Antihistamin, Pengetahuan Masyarakat, Obat OTC, Penggunaan Obat, ApotekAbstract
Penggunaan obat antihistamin tanpa resep sebagai bagian dari swamedikasi cukup tinggi di masyarakat, terutama untuk mengatasi gejala alergi. Kemudahan akses obat antihistamin di apotek dapat memberikan manfaat, namun berpotensi menimbulkan masalah apabila digunakan tanpa pengetahuan yang memadai, seperti kesalahan dosis, penggunaan yang tidak rasional, serta risiko efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi obat antihistamin dengan perilaku penggunaannya pada pasien yang membeli obat tanpa resep di Apotek Jayamahe. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh konsumen berusia ≥ 18 tahun yang membeli antihistamin over the counter (OTC) di Apotek Jayamahe, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara variabel pengetahuan dan perilaku penggunaan antihistamin OTC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang swamedikasi obat antihistamin dengan perilaku penggunaannya pada pasien yang membeli obat tanpa resep di Apotek Jayamahe. Semakin baik tingkat pengetahuan responden, maka semakin rasional pula perilaku penggunaan obat antihistamin OTC.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Fithrah Suhardinata, Riana Putri Rahmawati, Galih Kurniawan (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












