REKONSTRUKSI EPISTEMOLOGI PENELITIAN: ANALISIS KOMPARATIF PARADIGMA POSITIVISTIK DAN INTERPRETIVISTIK DALAM KAJIAN EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING
DOI:
https://doi.org/10.60145/jdss.v2i8.216Keywords:
Epistemologi, Paradigma Penelitian, Positivistik, Interpretivistik, Blended LearningAbstract
Penelitian ini bertujuan merekonstruksi epistemologi penelitian melalui analisis komparatif antara paradigma positivistik dan interpretivistik dalam mengkaji efektivitas model pembelajaran blended learning. Paradigma positivistik menekankan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu menggunakan desain Non-Equivalent Control Group Design. Desain ini melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang memperoleh perlakuan blended learning dan kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran konvensional tatap muka penuh. Sebaliknya, paradigma interpretivistik menekankan pemahaman makna melalui studi pustaka dan Systematic Literature Review yang mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Melalui metode tersebut, penelitian ini menguraikan perbedaan asumsi ontologis, epistemologis, dan metodologis kedua paradigma serta relevansinya dalam mengevaluasi blended learning. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendekatan positivistik efektif mengukur dampak terukur seperti hasil belajar, sedangkan pendekatan interpretivistik lebih mampu menjelaskan interaksi, pengalaman, dan persepsi peserta didik selama proses pembelajaran. Oleh karena itu, kombinasi keduanya dalam pendekatan mixed methods direkomendasikan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif, mendalam, dan kontekstual.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Arif Fahrudin, Arif Rumiyadi, Roza Cyintia Salwa Azhar, Yusuf Nurrahman, Harsono (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












