MENELUSURI PERKEMBANGAN TAFSIR AL-QUR'AN MASA KONTEMPORER: PEMIKIRAN FAZLUR RAHMAN, NASR HAMID ABU ZAYD, HASSAN HANAFI, DAN M. QURAISH SHIHAB
DOI:
https://doi.org/10.60145/jdss.v2i12.302Keywords:
Tafsir Kontemporer, Hermeneutika , Metode Tafsir, Al-Qur’an, Pembaruan IslamAbstract
Artikel ini mengkaji perkembangan tafsir Al-Qur’an pada masa kontemporer, mencakup pengertian, karakteristik, latar belakang kemunculannya, metode-metode yang digunakan, serta tokoh-tokoh yang berperan dalam pengembangannya. Tafsir kontemporer lahir sebagai respons terhadap keterbatasan tafsir klasik dalam menjawab persoalan-persoalan modern seperti demokrasi, pluralisme, kesetaraan gender, dan hak asasi manusia. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research), artikel ini menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir kontemporer memiliki karakteristik yang khas, yaitu bersifat kontekstual, interdisipliner, kritis, dan responsif. Para tokoh seperti Fazlur Rahman dengan metode double movement, Nasr Hamid Abu Zayd dengan pendekatan hermeneutika semiotik, Hassan Hanafi dengan hermeneutika pembebasan, dan Muhammad Quraish Shihab dengan pendekatan komparatif telah memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan tafsir kontemporer. Meski menghadapi kritik dari kalangan tradisionalis, tafsir kontemporer tetap relevan sebagai instrumen pemahaman Al-Qur’an yang mampu menjawab tantangan zaman.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Hawwa Asy-Syifa , Amirul Bakhri (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












