MODEL PARTISIPASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM UPAYA PELESTARIAN SUMBER MATA AIR BERKELANJUTAN DI DESA WATES PONOROGO
DOI:
https://doi.org/10.60145/jdss.v2i12.312Keywords:
Pemberdayaan, Konservasi Air, Tanah Longsor, Beringin, SDGSAbstract
Penurunan debit mata air dan tingginya kerentanan terhadap bencana tanah longsor merupakan permasalahan ekologis utama di Desa Wates, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo. Permasalahan ini dipicu oleh degradasi vegetasi di kawasan hulu dan daerah resapan air. Pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, khususnya kelompok pemuda Ikatan Pemuda Pemudi Nurul Hidayah (IPPNH), dalam upaya pelestarian sumber mata air dan mitigasi bencana melalui pendekatan vegetatif. Metode pelaksanaan program meliputi Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi, pelatihan teknis budidaya dan kelembagaan, serta pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas mitra, yang ditandai dengan peningkatan produksi bibit tanaman konservasi (beringin dan trembesi) sebesar 40%, serta peningkatan keaktifan kelembagaan IPPNH hingga 40% yang diiringi dengan terbentuknya program kerja terstruktur. Program diakhiri dengan penanaman vegetasi konservasi di area tangkapan air sebagai bentuk soil bioengineering untuk mencegah erosi dan menjaga stabilitas ketersediaan air. Penguatan kapasitas kelembagaan lokal dan penerapan teknologi konservasi vegetatif ini berkontribusi signifikan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada pilar pelestarian lingkungan dan pendidikan berkelanjutan.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ksatria Ali Dzul Fiqar, Muhammad Rasyid Ridho, Muhammad Hafiy Haikal Habib , Parwi (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












