NEGOSIASI SUBJEKTIVITAS MELALUI PEMBINAAN BERBASIS SENI DAN BUDAYA: TRANSFORMASI PERILAKU WARGA BINAAN DI RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS I SURAKARTA
DOI:
https://doi.org/10.60145/jdss.v3i1.295Keywords:
Pemasyarakatan, pembinaan, seni dan budaya, Cultural Studies, identitas, warga binaan.Abstract
Sistem pemasyarakatan di Indonesia berorientasi pada rehabilitasi dan reintegrasi sosial warga binaan. Namun, kajian mengenai pembinaan berbasis seni dan budaya masih didominasi oleh perspektif hukum, psikologi, dan pelatihan keterampilan, sehingga belum banyak menjelaskan bagaimana praktik budaya membentuk identitas dan perubahan perilaku warga binaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran seni dan budaya sebagai praktik budaya dalam membentuk transformasi perilaku dan identitas warga binaan di Rumah Tahanan Negara Kelas I Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis dan perspektif Cultural Studies. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Analisis didasarkan pada teori identitas Stuart Hall, teori relasi kuasa Michel Foucault, konsep Third Space Homi K. Bhabha, dan teori stigma Erving Goffman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan berbasis seni dan budaya tidak hanya meningkatkan keterampilan warga binaan, tetapi juga membentuk disiplin, memperkuat nilai spiritual, meningkatkan kepercayaan diri, serta mendorong rekonstruksi identitas melalui proses produksi makna budaya. Praktik seni menjadi ruang negosiasi identitas yang memungkinkan warga binaan membangun subjektivitas baru sebagai individu yang kreatif, produktif, dan bertanggung jawab. Meskipun demikian, proses transformasi tersebut masih menghadapi tantangan berupa stigma sosial yang berpotensi menghambat reintegrasi setelah warga binaan kembali ke masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa seni dan budaya merupakan strategi pembinaan yang bersifat transformatif karena tidak hanya berfungsi sebagai media rehabilitasi, tetapi juga sebagai praktik budaya yang membentuk identitas, subjektivitas, dan kesiapan reintegrasi sosial warga binaan. Temuan ini memperkaya kajian pemasyarakatan melalui perspektif Cultural Studies serta memberikan implikasi bagi pengembangan kebijakan pembinaan yang lebih humanis dan berbasis budaya.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Bhanad Shofa Kurniawan,Ade Novita Pramodatiara

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












